Jumat, 12 April 2013

Alhamdulillah, Pengalaman Pertama..

Sering buka media online seperti facebook dan twitter itu bukan hal yang sia-sia kok jika kita pandai dalam menggunakannya. Tentunya kita sendiri secara pribadi mengetahui apa yang menjadi kebutuhan kita untuk menggunakan media tersebut..

Dimulai dari kegemaran menjadi orang yang ribut dimanapun berada serta ingin tau semua yang terjadi di semua halaman facebook orang, alhamdulillah berbuah baik..

Belum lagi kebiasaan menulis pada saat hobi saja yang selama ini aku andalkan juga menuai hasilnyaa...


Alhamdulillah akibat KEPO di akun-akun yang aku ikuti, salah satu akun bernama KAMMI Kepulauan Riau mengirim inbox berisi:



Assalamu'alaykum, wr wb Bismillah..Alhamdulillah tulisan anti masuk dalam naskah buku "seputar jilbab" yang insyaAllah akan di launching saat musda IV PD KAMMI Kepri 27-28 Mei mendatang. Untuk itu, diharapkan kerjasamanya agar mengirimkan foto terbaik anti melalui balasan pesan ini.. Ditunggu paling lambat besok jum'at (12/4) pkl. 11.00wib. Jazakillah kahir katsir. WAssalamu'alaykum, wr wb

Waaah...Alhamdulillah...
tidak menyangka dan tidak terbilang perasaannya..
Semoga menginspirasi..
Menulis itu asyiiik.. :DD

Terimakasiih buat semua yang menginspirasi..
Buat Allah adalah yang paling utama.. :D

SEMANGATKU ada di IBU ^__^

Skripsi sekarang yang sedang ku geluti sebagai tugas akhir demi pencapaian wisuda Oktober 2013 kelak membuatku merasakan banyak situasi yang berubah-ubah. Kadang semangat, kadang jenuh, kadang putus asa, kadang lelah, dan semua rasa yang tidak wajar dirasakan.

Entah kenapa penyusunan ini menjadi beban yang amat sangat bagiku. Tapi ku ingat kembali bahwa ini adalah sebuah kewajiban demi mendapatkan hakku sebagai seorang sarjana.

Ada satu wajah pembangkit semangatku yang saat ini semakin melekat pada pikiran.

Ibu...

Walau kemarin peluh ibu sempat tidak ku hiraukan karena perasaan jenuhku dalam proses ini, namun saat pagi ini ibu berkata, "Semalam mamak liat ada kebaya buat wisuda Suci, tapi mamak pikir masih lamanya Suci wisuda, jadi ga mamak beli. Padahal cantik, nang."


haaa......
Jeedeeeerrr....
Kalimat itu mengusikku..
Ada harapan pada ibuku yang menginginkan aku cepat menyelesaikan semua ini..
Yaaa! Dan aku dapatkan kembali semangat itu..

Ibuuu...
Saksikan aku dipanggung wisuda itu...
Oktober 2013, InsyaAllah..

Ini semua untukmuu Ibu...
Sayang ibu selalu... Peluk cium terhangat... :')

KAMMI dan Politik

Assalamu'alaykum warohmatullah..

Syukur atas segala nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala dan shalawat beriring salam untuk Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam beserta keluarga dan sahabat beliau..


Tulisan ini terinspirasi dari pertemuan semalam (Jum'at, 11 April 2013) di kampus IAIN SU bersama kader-kader akhwat IAIN Tarbiyah juga KAMMI Unimed yang baru selesai mengadakan kajian politik terkait RUU ORMAS yang saat ini sangat hangat (bahkan hampir basi) dibicarakan di kalangan aktivis mahasiswa. Sayangnya, dalam pertemuan itu, hanya sedikit pembahasan yang terjadi dikarenakan kader KAMMI sendiri tidak dan/atau belum membaca dan mengikuti lebih lanjut permasalahan RUU ORMAS tersebut (dari sumber terpercaya).

Sejenak terlintas fikiran bahwa ada penurunan kapasitas perpolitikan kader KAMMI belakangan ini.
Seperti yang kita ketahui dalam kredo gerakan, KAMMI adalah Gerakan Intelektual Profetik dan Gerakan Politik Extraparlementer. Hubungan keduanya dikaitkan dengan bagaimana kader-kader KAMMI melek akan politik dan dapat menyalurkan ide-idenya demi pancapaian solusi atas permasalahan yang timbul dalam masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam pemenuhan kedua hal di atas, sangat wajar ketika Kastrat/DKP KAMMI disetiap komisariat maupun daerah bahkan sampai ke pusat memiliki forum kajian politik guna mengungkap semua hal-hal yang sedang terjadi. Bahkan akan terasa aneh ketika KAMMI dalam tubuhnya tidak memiliki forum politik tersebut dikarenakan KAMMI sebagai organisasi kemahasiswaan yang sangat lekat dengan unsur politiknya.

Hal yang sangat disayangkan adalah pergeseran tujuan dari forum kajian politik itu sendiri. Kenyataannya adalah bahwa forum kajian tersebut yang harusnya dapat menciptakan solusi untuk permasalahan-permasalahan yang timbul begeser menjadi sebuah forum penginformasian permasalahan yang sedang terjadi. Sangat jelas bahwa hal ini sangat jauh dari wacana muslim negarawan yang dibangun. Muslim negarawan yang harusnya menjadi pelopor pergerakan sekarang telah berada dibarisan tengah bahkan hampir berada pada urutan terbelakang.

Tidak seharusnya forum kajian politik yang diadakan oleh KAMMI menjadi ajang penginformasian. Pasalnya, setiap permasalahan yang timbul dan booming saat ini seharusnyalah sudah menjadi konsumsi pribadi bagi setiap kadernya. Sehingga ketika diadakan forum tersebut, maka atmosfer dalam forum akan hidup dan melahirkan ide-ide aktif dan kreatif guna memecahkan permasalahan tersebut.

Namun, pergeseran yang terjadi saat ini menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah kader KAMMI tidak lagi peduli dengan masalah politik yang terjadi? Atau keengganan kader membahas perpolitikan karena dianggap tidak ada pengaruh bagi keberlangsungannya? Ataukah kecuekan kader karena fokus terhadap masalah internal dan pengkaderan yang merenggut kepiawaian politik kader? Dan banyak lagi pertanyaan yang terbersit sesuai dengan fenomena yang terjadi dilingkungan geraknya.

Dari kekeliruan yang terjadi seperti yang diungkapkan di atas, maka seharusnya mulai sekarang kader KAMMI harus lebih perhatian terhadap perpolitikan yang sedang terjadi. Harus lebih aktif dan menyukai membaca artikel-artikel maupun sumber lain demi terbukanya luas wawasan perpolitikan kader. Diharapkan forum politik yang diadakan berikutnya sudah mencapai target seharusnya yaitu menciptakan solusi.

SEMANGAT berpolitik!
SEMANGAT mengkaji politik!
SEMANGAT tawazun!

Allahu'alam.
Wassalam..

Rabu, 10 April 2013

Banyak Cerita Tentangmu... Sahabat ^__^


2010...

Awal aku mengetahui ada nama bertuliskan begitu. Dari saat itu aku banyak tertarik akanmu. Bukan karena hal aneh dari dirimu seperti dikatakan orang, namun hal unik yang jarang aku dapatkan dari 1000 teman yang selama ini berada disekitarku.



Kan ku ceritakan tentang keunikan itu.

Kau selalu punya ide-ide cemerlang atas segala sesuatu yang kau lihat, kau alami, bahkan yang aku alami. Ide itu bahkan diluar fikiranku yang bener-bener ga pernah aku fikirkan sebelumnya. Ide yang entah darimana datangnya, tapi cepat saja dikeluarkan oleh perangkat berbicaramu walau pada waktu-waktu sempit. Kau itu unik dan aku tertarik akan itu.

Kau itu susah ditebak, misterius kalau kataku. Imajinasimu yang lari kemana-mana bahkan aku tidak bisa mengejar lajunya itu. Sangat mengagumkan! Kau bisa buat dunia lain diluar duniamu, bahkan bisa lebih dari satu dunia. Dan kau bisa mengarahkan semua itu sesuai yang kau fikirkan. Kau itu unik dan aku tertarik dengan itu.

Kau itu sukanya marah dan kau ber-emosi tinggi. Uniknya, itu selalu kau lakukan hanya jika berada di depan orang banyak. Entah apa yang ingin kau tunjukkan dihadapan mereka. Tapi kau tidak pernah bertempramen tinggi ketika berhadapan denganku. Hal lain yang kau tunjukkan dengan perbedaan-perbedaan yang drastis berbelok membuatku ingin sekali tau banyak tentangmu. Kau unik!

Kau itu bisa sembunyikan perasaanmu yang sebenarnya dengan hal lain yang sangat bertentangan. Entah bagaimana kau bisa lakukan itu, tapi itu satu hal unik yang paling aku suka. Kau buat orang lain berfikir aneh tentangmu karena hal itu, dan kau suka melakukannya. Heei.. walau kau sembunyikan, aku tau benar apa sebenarnya yang kau rasakan. Kau itu unik!

Kau itu cukup bisa terbuka denganku. Ku fikir kau akan perlakukan aku sama dengan yang lain. Tapi ternyata tidak. Kau bisa begitu baik berkomunikasi denganku bahkan menghormatiku dengan baik sekali dengan caramu yang tentu saja unik. Dan aku semakin mengagumi itu. Kau itu unik!

Kau bisa buatku jadi orang yang sangat sabar padahal kala itu aku ingin sekali memarahimu dan memukul kepalamu. Tapi itu kuurungkan karena aku sadar aku sedang berhadapan dengan siapa. Aku pernah melakukan itu, dan kau ingat, kita tidak saling tegur untuk waktu yang lama menurutku. Kau itu unik! Kau bisa membuatku bertindak dan berkata untuk hal-hal yang belum pernah aku lakukan.

Hal diatas bahkan tak tertulis seperti apa yang ingin aku ungkapkan sebenarnya. Seperti tidak ada kata yang bisa dituliskan dari keunikan itu karena hati itu selalu tidak punya bahasa lisan yang sepadan.
Tapi aku tau jelas kalau kau itu unik!



Yaaa... begitulah..
Sahabat itu harus bisa mengerti sisi berbeda dari sahabatnya....
Harus bisa melihat keunikan sahabatnya, barulah kau bisa bersama bersahabat selamanya.

Senin, 18 Maret 2013

MEREKA PUNYA CINTA

Ini mereka dengan cinta yang besar untukku..
Yakinku dan insyaAllah cinta itu karena Allah..
Cinta mereka tak terlukis bahkan dengan segala kata.
Tidak dengan segala tatapan dan tidak pula sehangat sentuhan..
Cinta mereka tak terlukiskan..
Tak terlukiskan.. tak terlukiskan..

Mereka itu kusebut kak Ewi dan kak Ika..
Bahkan tulisan ini ga akan bisa mendeskripsikan mereka.. :*

Masih teringat saat itu hampir pukul 11 malam, dengan kondisi hujan.
Mereka membawaku ke klinik karena kondisi yang tidak stabil di tubuh ini.
Masih ku ingat sigapnya mereka bergerak setelah telfon kumatikan.
Masiih  ku ingat dekapan kak Ewi dari belakang menutupi aku karena hujan ga boleh menyentuhku malam itu.
Masih ku ingat lembutnya kereta itu melaju oleh kak Ika demi meminimalisir angin membelai ku dari pinggir-pinggir dekapan itu.
Masiih ku ingat repetan cinta mereka karena tidak ingin melihatku jatuh sakit.
Masih ku ingat mereka agak berdebat ketika ingin memutuskan aku dibawa kesana saja atau tidak, yang akhirnya mereka membawaku.
Haaaah.. masih hangat dalam ingatan..
Sepertinya, disetiap sakitku, ada mereka.
Ingat sekali setiap siap DM1, DM2, Kongres ILMIBSI, pokoknya acara nginap lebih sehari itu, sudah menjadi kebiasaanku dan ku biasakan untuk diurus sama mereka berdua.. Soalnya cetar membahana.. :D

Teringat juga bagaimana mereka membawaku kuliner di Medan sekitar.
Semua jenis makanan sudah pernah dicicipi.
Dengan gelak tawa dan teduhnya kasih sayang..
Haaaah... indah dikenang..

Tetap teringat dekapan hangat mereka disetiap perjumpaan.
Kalian tau, ituuu beneran dekapan tiada tanding.
Luaarr biasaa...
Dekapan kak Ewi sampe kakiku tidak menyecah lagi ke tanah, juga dekapan kak Ika yang berusaha mengangkatku tapi tetap saja kakiku menyentuh bumi. #ckckck
Ingatan lucu itu terus membayangii..

Ku ingat juga panggilan mereka dengan suara khas kekanak-kanakan..
Uciiii ci kudil kudil kidil kidil... Kalo itu sampe menggelikan pendengaran..
hehe
Kakak, aku rinduu...

Semua pelajaran sepertinya sudah ku petik dari mereka.
Belajar kehumasan dari kak Ika, belajar membimbing komisariat dari kak Ewi, belajar menyentuh hati dari kak Ika, belajar menjaga hati dari kak Ewi, belajar kondisi politik dari kak Ika, belajar masak dari kak Ewi, belajar sabar dari kak Ika, belajar ketulusan dari kak Ewi, belajar lembut dari kak Ika, belajar tegas dari kak Ewi, belajar berani dari kak Ika, belajar istiqomah dari mereka berdua.
Semua sepertinya sudah ku pelajari, tapi tak bisa kusebutkan semua..

Nah, ku yakin kekuatanku tidak bisa menebus segala cinta..
Yang ku pinta, Allah lah yang membalas segalanya dengan Maha Dahsyatnya..
Ya Allah, aku cinta mereka karenaMu, cintai mereka walau tanpaku..
Ya Allah, jaga cinta mereka untukku..
Dan jaga cintaMu untuk mereka..

Love kak Ewi dan kak Ika karena Allah..

Rabu, 09 Januari 2013

CATATAN LAMA YANG TERKUAK KEMBALI


Ini diambil dari note FBku yang ku tulis pada 21 Juni 2012.


GA SUSAH KOK JADI AKHWAT*

Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatu..

Dikit–dikit bagi cerita ni buat para pejuang-pejuang baru yang akan bergabung dalam lingkaran dakwah ini, khususnya saudara-saudara perempuanku atau yang biasa dipanggil ukhtifillah ataupun dengan sapaan akhwat.

Susah ga yaa jadi akhwat?

Itulah pertanyaan bodoh yang pernah ku pertanyakan kepada seorang kakak berjilbab gede yang ga bosan-bosan datang ke sekolahku di SMA Negeri 1 hanya untuk mengisi pengajian akhwat (baca: mentoring) yang peminatnya juga bisa terhitung dengan jari.

Tersirat dalam fikiranku. Pake jilbab?? Bisa bau deh ni rambut. Belum lagi rontok. Belum lagi aku ga bisa hias-hias rambutku ini karena harus dipotong pendek, kalo ga bakal kepanasan. Belum lagi aku belum punya banyak warna jilbab. Belum lagi dan belum lagi. Akhirnya saat itu, aku juga belum siap berjilbab.

Ada alasan lain lagi ni, pake baju yang serba panjang. Hmm.. apa ga risih tu ya? Ga panas  atau gerah gitu. Enakan juga pake baju pendek, bisa pake celana ponggol atau celana pendek sekalian kalo hari lagi panas menyengat. Baju dan celanaku kan banyak sekali, dan bewarna-warni. Sayang dong ga dipake. Mubazir katanya. Dan mubazir itukan perbuatan syaitan. Lagi pula, ga modern kali kan kalo harus nutup-nutupi kecantikan gitu. Mana ada entar yang mau ngelirik aku dengan pakaian panjang-panjang gitu. Lagi-lagi, alasan ini memperkuat niatku untuk tidak berjilbab. (Astaghfirullah... ku tundukkan pandangan ini karena diri yang hina.)

Oh ya, ada lagi yang buatku semakin mengurungkan niatku. Yang ku tahu, jadi seorang akhwat itu banyaaaaakkk kali aturannya. Padat, panjang, dan menghabiskan waktu. Dimulai dari shalat yang harus lima waktu dan tepat waktu. Uhf, diwaktu subuh, itu bisa mengganggu jam tidurku. Di waktu dzuhur dan ashar, itukan lagi nongkrong bareng kawan-kawan. Maghrib, oke laah, bisa. Untuk isya, hmm...sibuk ngerjai tugas sekolah dan akhirnya ngantuk karena kemalaman. (Astaghfirullah hal adziim.. Maafkan aku ya Rabb atas kelalaianku dimasa lalu.)

Trus..trus, ada lagi. Harus tahajud, dhuha, sholat sunnah rawatib, dan puasa sunnah. Hmm...kayaknya entar entar aja deh itu. Yang wajib aja belum kelar. Lagian aku ga tahu kan aturan tentang itu dan gimana niatnya. Untuk puasa, puasa Ramadhan itu kayaknya uda cukup deh. Apalagi ramadhan itu bulan yang mulia, bisa diampuni semua dosa-dosa kita. Nah, berarti benar dong, ga usah repot-repot buat ngelakuin itu, uda diampuni aja dosa-dosa kita. (Astaghfirullah hal adziim.. Ya Rabb.. adakah kebodohan itu akan menyampakkanku ke dalam nerakamu?? :( )

Lama berada di SMA itu bersama dengan sahabatku yang mulai terpengaruh dengan kata-kata kakak mentoring itu pun akhirnya dia berubah menjadi sosok yang aku tolak perubahannya. Bahkan aku menjauhinya, juga menjauhi mentoring sekolahan. Tapi entah kenapa, ada satu hal yang ga bisa aku tolak, yaitu aku rindu sama mentoring. Rindu sama kakak cantik yang bersuara lembut itu. Rindu akan siraman agamanya yang buatku bertafakur tanpa sadar. Aku juga rindu sama sahabatku yang ku jauhi itu. Akhirnya aku pun kembali datang menampakkan muka di forum mentoring itu. Damainya hati ini.. :)

Momen mentoring. Setiap ia menuturkan semua materi-materi indah yang menyeruak ke telinga dan mengendap di hati ku ini, timbul satu pertanyaan yang kupendam sendiri di dalam hati. “Kenapa yaa kakak ini semangat kali, ga pernah menyerah, sabar lagi. Nampaknya bangga sekali memakai jilbab gedenya itu kemanapun ia pergi. Ga risih apa diteriakin ninja gitu? Apa ga risih ketika naik angkot dilihatin semua penumpang dan tak lama kemudian dibisik-bisikin gitu.” Taulah kalau di daerahku itu, Islam itu minoritas. Dan ada satu pertanyaan lagi yang makin membuatku heran, “Kenapa juga aku rajin datang disetiap mentoring, padahal aku ga mau ikut berjilbab dan mengerjakan hal lainnya?” hehe

Menamatkan mentoring dan masuk jenjang berikutnya yaitu halaqoh (ini semacam pengajian yang lebih kecil lagi, hanya 6-10 orang gitu), alhamdulillah aku sudah menutupi auratku. Alhamdulillah.. syukur yang tak terhingga atas hidayah Allah, Sang pembolak-balik hati. Ceritanya, sewaktu mentoring kakak itu berkata bahwa ‘Hidayah itu dijemput, dan bukan ditunggu. Bagaimana bisa hidayah itu turun ketika kita saja tidak mau berusaha dan berniat memperbaiki diri. Bagaimana Allah bisa kasih hidayahNya kalau kita saja tidak menunjukkan keseriusan untuk mendekatiNya.’ Aku terdiam, terhenyak, terpelongo, terhanyut, pokoknya semua deh yang buat aku merinding dan sadar akan kebodohanku saat itu.

Ditambah lagi saat halaqoh, kakak itu mentadaburi satu ayat dalam kitabullah yaitu Surah Az-Zumar ayat 9. “Katakanlah, ‘adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” Wah... saat ayat itu dikemukakan, aku langsung berdialog dengan hati sendiri. Aku mengaku orang yang berakal, namun ga mau menerima pelajaran. Gawat.. gawat.. gengsi sama diri sendiri. Dibumbui lagi dengan perkataaan kakak itu bahwa hanya orang yang berilmulah yang hanya dapat menerima kebenaran dan mengikutinya, taat kepada perintahNya dan berusaha sekuat tenaga menjauhi laranganNya.

Ada satu pesan yang masih terngiang, “Dek, ayo rapikan kembali niat kita. Luruskan kembali niat itu.  Murnikan kembali bahwa niat kita bergabung di halaqoh ini hanya karena Allah. Niat kita memperbaiki diri hanya karena Allah. Dan niat adek tuk behijab ini juga hanya karena Allah. Bukankah yang kita kejar di dunia ini hanya keridhoan Allah? Bukankah begitu mulia menjadi bidadari di syurganya Allah? Bukankah kita ingin doa kita untuk orang tua kita diijabah oleh Allah karena kita termasuk anak yang sholehah? Ayo.. bersama-sama kita berjuang kalahkan nafsu yang membara. InsyaAllah, ketika kita berjalan mendekati Allah, Allah sudah berlari mendekati kita, merangkul kita dan takkan membiarkan kita sendirian.”

“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, mengajak kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah” (Q.S. Ali Imran: 110)

Mulai saat itu, aku bener-bener berhijab sebenar-benar hijab. Jilbabku menutupi dada, memakai pakaian yang tidak membentuk lekuk tubuhku, menahan perkataan yang sia-sia, memperbaiki ibadahku menjadi ibadah yang khusyuk dan tepat waktu, dan banyak perubahan yang kulakukan dan aku bersemangat melakukannya. Walaupun memang banyak ujian-ujian yang kadang-kadang membuatku ingin mundur saja, ingin berhenti saja dari perjuangan ini. Banyak yang harus ku korbankan dalam hidupku. Kemewahan, adat kedaerahan, pakaianku yang modis-modis, gaya rambut yang trendi, teman nongkrong yang asyik, percintaan yang romantis, kelakuan yang elastis, waktu luang yang biasa kuhabisi dengan party, semua itu harus ku tinggalkan.

Kadang ku terseok-seok bahkan terluka. Namun, lagi dan lagi kitabullah jadi penentram hatiku. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orng-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘kapankah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.: (Albaqarah: 214)

Lihatlah, Dia menopangku dengan gagahnya. Dia senantiasa ada disaat semua menjauh dan meninggalkanku. Dia kirimkan pengganti yang lebih baik yang bisa mendukung dan menerima pilihanku. Lantas, apakah ada alasan lagi tuk mengurungkan niat?? Cukup Allah bagiku!!

Tau ga, ternyata beribadah yang berlebihan itu nikmaaat sekali. Contoh kecilnya saja shalat tepat waktu. Banyak ketenangan dan kesejukan dalam shalat ketika tepat waktu. Semakin banyak, semakin lama, dan semakin khusyuk, ibadah itu semakin nikmat saja. Rasanya kurang dan kurang. Bahkan ketika tidak melaksanakan satu saja ibadah sunnah, kita kecarian. ^Ga percaya??? Cobain deh.^ Bahkan sekarang aku jadi mencari-cari ibadah apalagi yang bisa aku lakukan tuk mencuri perhatian Sang Kekasih. Karena mengingat kebodohan dan kemaksiatan serta dosa yang aku lakukan di masa lalu, rasanya ibadah yang kulakukan  tidak cukup untuk menghapusnya, tidak cukup untuk mensucikan hati dan catatan dosaku.

Subhanallah... Banyak hal yang berubah dariku ketika aku dekat dengan Allah. Aku tidak lagi menjadi anak yang suka melawan orang tua. Bahkan ketika disuruh berkali-kali pun aku dengan mudah mengerjakannya. Aku juga bisa jadi kakak yang baik. Yaa walaupun kadang-kadang kepancing juga emosinya, tapi aku udah lumayan bisa kontrol. Aku juga bisa jadi adik yang baik, ga melawan sama kakak. Bersama kawan-kawan, aku jadi pribadi yang disenangi, dihormati, dan disegani. Ternyata, mereka semakin segan tuk bertingkah buruk kepadaku. Tidak lagi berani menyentuhku dan memukul-mukul layaknya orang-orang yang sedang bercanda.

Tenyata, hal-hal yang aku takuti terbantah semua. Malah aku lebih mendapat banyak kenyamanan dengannya. Aku jadi mudah dikenali orang bahwa aku seorang muslim. Dan mereka meyakiniku sebagai orang yang taat akan agama dan dalam ilmu agamanya. Maka itu menjadi motivasiku tuk tetap taat kepada Allah dan memperdalam ilmu agamaku. Gengsi kan kalo ketahuan ga taat dan ga berilmu. ^hehe, bukan tujuan utama!^ Selain dikenali orang, aku juga bisa terjaga dari fitnah, kejahilan, dan gangguan orang-orang. Aku aman dari fitnah pacaran, aku aman dari perkataan kotor orang-orang, aku aman dari gangguan para penjahat, aku aman dari melakukan perbuatan hina, dan aku merasa aman dari segi apapun.

Belum lagi aku dapat kado terindah yang melengkapi pribadi dan kehidupanku yang kopong ini. Aku dapat saudara-saudara seiman, yang kupahami, hubungan orang-orang yang bertemu karena iman bahkan lebih erat dari pada hubungan saudara sekandung.  Saudara-saudara yang semakin membuatku semangat dalam memperoleh ridho Allah karena aku ingin syurga Allah. Aku  ingin bersama-sama dengan mereka di sana dan juga bersama dengan keluargaku yang dengan doaku, aku yakin aku akan membantu mereka memasuki syurgaNya.

Alhamdulillah.. Syukur ini terus mengalir dari bibir ini, dari hati ini, dan dari aliran air mata ini, baik disaat berdiriku, duduk, maupun berbaring. Hanya satu yang belum bisa kulakukan. Aku belum bisa berdzikir dalam tidurku.
Alhamdulillah.. Karena aku sudah merasakan indahnya hidup ini. Baik dalam masa lapangku maupun dalam masa sempit. Seakan aku merasa semua yang sedang kujalani, baik cobaan maupun kebahagiaan adalah bukti cinta Allah kepadaku. Dan aku bertekad harus lulus dalam tiap ujian agar aku bisa dekat denganNya. Agar aku bisa rasakan Dia ditiap aliran darahku, ditiap dekupan jantungku, ditiap desah nafasku, bahkan disetiap kedipan mata ini.

Alhamdulillah... Alhamdulillah... Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? ( Ar-Rahman: 55)

So, saudara-saudaraku, jangan takut untuk mencelupkan dirimu dalam kebenaran yang sebenar-benarnya. Karena menjadi akhwat itu, ga susah kok! Satu hal yang kamu lakukan akan memberi dampak pada hal lain yang kamu anggap berat untuk menghindarinya. Mau dikenal, dihormati, disenangi, maka berjilbablah. Ingin hati tenang, pikiran tenang, dan jauh dari amarah, maka shalatlah, berpuasalah, tilawahlah! Yakinlah bahwa semua yang kamu lakukan dalam hal mendekatkan diri kepada Allah, akan membawamu pada kebaikan. Dan tidak akan ada yang sia-sia.

Yang kita perlukan disini adalah kesempurnaan akhlak dan ketulusan jiwa, yang lahir dari iman yang menghujam dalam dada, komitmen yang menancap kuat di dalam hati, pengorbanan yang besar, dan mental yang tahan uji. Itulah kita!!
Jadi, bersemangatlah wahai akhwat! Kan kau temukan kebahagiaan dengan dekat kepadaNya.
Trust it, it works!! :D


*Akhwat disini adalah dalam arti yang dipersempit. Yaitu seorang wanita yang sudah menjalankan kehidupan sesuai syariat Islam.

Sabtu, 05 Januari 2013

_Sebuah Kepercayaan_

Kepercayaan itu mudah membangunnya.
Mempertahankannya yang sulit.
Begitu katanya.

Layaknya aku setuju sekarang dengan pernyataan itu.
Yap..
Setelah tampaknya aku menghancurkan kepercayaan orang terhadapku.
Yaa..kepercayaan orang terhadapku.

Untuk kesalahan kecil yang kulakukan.
Berakibat fatal buat kepercayaan.
Sebuah kesalahan yang harusnya tidak dilakukan.
Seharusnya tidak dilakukan.

Sebuah kepercayaan harusnya dijaga.
Karena mudah mendapatkannya, namun sulit tuk mempertahankannya.
Sebuah kepercayaan..
Kembalilah..
Kan ku tebus tuk semua kesalahan.

Menyesal atas kecerobohan..